Organ Tunggal Yg Berbeda

Komentar saya :

     Sebagai awalnya saya hanya bermain sebagai hobby saja, karena sejak kecil saya sudah menggemari musik. Alat musik pertama yang saya pelajari adalah gitar, dan sesuai perkembangan musik di waktu itu saya sangat menggemari musik jazz dan klasik dan di kemudian hari ternyata ini berguna sekali untuk menambah wawasan saya dalam bermain musik khususnya keyboard .
     Perlu di garis bawahi bahwa sampai sekarang ini saya tidak kenal sama yang namanya partitur atau not balok karena memang saya tidak pernah belajar untuk itu, jadi saya dapatkan semua ini secara otodidak tanpa saya pernah belajar atau kursus di suatu tempat atau dengan cara mendapatkan ilmu dari teman2 yang lebih pandai dari saya.
     Trik dan taktik yang saya lakukan dalam hiburan musik organ tunggal ini adalah, saya menantang Anda untuk menyanyikan lagu apa saja, dan untuk itu saya punya koleksi lagu2 dari tahun 50'an sampai 2009 ini, kira2 ada 1000 lebih koleksi lagu2 saya. Hal inilah yang kiranya dapat memancing orang2 untuk bernyanyi karena salah satu dari lagu yang mereka sukai ada didalam buku2 saya tersebut. Memang resikonya besar, karena saya yang menantang mereka maka otomatis saya harus hapal semua lagu2 tersebut yang jumlahnya ribuan tadi.
 
      Padahal dalam memainkan keyboard atau sewaktu saya mengiringi mereka tidak ada sepotong kertas atau catatan khusus yang dapat saya lihat, semua sudah ada didalam buku yang mereka pegang untuk di nyanyikan. Jadi kalau dalam bermain saya tiba2 agak terpeleset sedikit ya mohon di maklumilah. Saya juga sangat pantang menggunakan disket pembantu yang biasanya digunakan pada lagu2 dangdut. Karena mereka tidak mau cape atau mungkin juga mereka tidak bisa memainkan lagu tersebut maka mereka cukup beli lagu2 yang sudah berupa minus one jadi seperti karaoke saja sang penyanyi tinggal menyanyikannya sementara si player pura2 memencet2 tuts se-olah2 mereka yang sedang bermain. (kalau Anda bukan musisi kemungkinan Anda tidak akan tahu kalau Anda sedang di bohongi, tapi kalau Anda cermat Anda pasti tahu)
 
      Tapi ini bukan tantangan buat saya, kalau memang musiknya cukup sulit sementara hal itu tidak bisa didapat dari keyboard kita, untuk apa kita harus berpura2. Dan ini bahayanya cukup besar seandainya sang penyanyi agak tulalit misal tempo ketinggalan atau terlalu cepat maka lagu tersebut akan berantakan jadinya karena tidak bisa di stop, kalaupun kita stop maka harus mengulang lagunya lagi mulai dari intro depan (karena saya memang pernah punya pengalaman seperti ini). Jadi kalau saya harus mengiringi lagu2 dangdut maka saya akan cari yang aman2 saja dan yang saya sudah tahu betul karakter lagunya. Contoh lagu dangdut yang paling sulit adalah lagu Zapin Iyet Bustami, lagu ini tidak akan bisa di bawakan secara manual, pastinya mereka rata2 bermain dengan disket. Contoh lagu lain yaitu Wakuncar, lagu ini tingkat kesulitannya benar2 tinggi. Tapi bukan berarti saya anti dengan pemakaian disket, karena disket ini tetap saya perlukan hanya untuk irama atau style dan selanjutnya tetap pada ke piawaian kita sendiri untuk bisa memainkan lagu2 tersebut.
 
      Akhir kata saya berharap setelah Anda mencoba memakai saya pada acara yang Anda adakan adalah KEPUASAN yang akan Anda dapatkan dan moto saya adalah kalau Anda berkenan memakai saya maka hal itu bukanlah "YANG PERTAMA DAN TERAKHIR" tapi akan saya usahakan "YANG PERTAMA DAN SETERUSNYA". Hal ini sudah saya buktikan sendiri dari daftar customer saya yang berulang kali dan disetiap event tertentu selalu saja menghubungi saya. Bahkan di setiap tahun misalnya saat2 Halal bi Halal selalu saya dihubungi untuk mengisi acara di keluarga besar mereka. Ini bukan sombong tapi adalah fakta yang saya alami. Lalu mengapa Anda tidak mencobanya sendiri?
Saya tidak muluk2 dan seperti kata pepatah, "TAK KENAL MAKA TAK SAYANG".
 

Welcome

Recent Blog Entries

No recent entries

Recent Photos

 

Featured Products

No featured products